[Review] Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 7 Pro

Tahun yang lalu smartphone dengan RAM 6GB itu masih bisa dihitung dengan jari ya. Saya ingat sekai pada waktu itu ada Vivo V9 yang punya RAM 6GB dan dibanderol dengan harga di kisaran Rp 4 jutaan. Dan menurut saya, harga itu sudah cukup worth it untuk mendapatkan smartphone Android yang punya RAM 6GB.

Seperti yang kalian tahu, semakin besar RAM apalagi ini RAM 6GB, pasti lebih enak untuk multitasking dan juga untuk bermain game tentunya. Nah, setahun kemudian, di tahun ini saya tidak terbayang, ada smartphone Android dengan RAM 6GB yang diobral murah meriah oleh salah satu brand smartphoneya, sebut saja Infinix.

Bukan Rp 3 jutaan, bukan juga Rp 2 jutaan tapi smartphone Infinix dengan RAM 6GB ini dibanderol dengan harga Rp 1 jutaan! Hmm, inikah raja baru di kelas entry-level? Salah satu jagoan kita kali ini adalah Infinix Hot 7 Pro. Pada kesempatan kali ini teknosentrik akan berikan review lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan dari ponsel murah berspesifikasi garang ini.

Kelebihan dan kekurangan Infinix Hot 7 Pro

1. DESAIN BODI

Bicara soal desain, Infinix Hot 7 Pro ini masih punya DNA desain yang sama seperti pendahulunya yaitu Hot 6X. Kenapa saya bilang mirip? Karena yang pertama, susunan dual-cameranya itu vertikal. Kemudian, dari segi material, mereka sama-sama pakai material metal dan ada fingerprint scanner di belakangnya.

Lalu, di bagian depan ada layar fullscreen 18:9 yang masih memakai notch lebar ala iPhone X. Ya, untuk sekarang ini, smartphone dengan bodi metal semakin jarang ditemukan ya, karena sekarang tren-nya smartphone dengan permukaan glossy yang punya gradasi warna-warni dan cukup pamer-able.

desain bodi infinix hot 7 pro

Tapi sejujurnya saya masih cukup nyaman sih dengan smartphone berbodi metal. Karena, yang pertama saya jadi tidak perlu sering-sering mengelap bodinya. Ini tetap terlihat bersih. Kedua, saya sering sekali menyimpan smartphone di dalam saku celana dan dalam saku itu juga sering ada uang logam dan kunci motor.

Kalau memakai smartphone dengan bodi glossy sudah pasti bodinya akan sering tergores-gores. Nah, dengan bodi metal begini akan lebih terasa aman.

2. LAYAR

Salah satu kelebihan yang saya suka dari smartphone Infinix Hot 7 Pro ini adalah pada layarnya, maksudnya di tone warna layarnya.

Warnanya itu terasa lebih pop up, lebih keluar warnanya. Ya, ini bisa dibilang cara smart-nya Infinix untuk menutupi resolusi layar Hot 7 Pro yang ternyata masih 720p atau HD+ yauntuk ukuran layar fullscreen.

Saya sih tidak masalah dengan hal itu yang penting dipakai untuk menonton YouTube atau Netflix masih nyaman-nyaman saja. Dan yang paling penting, layar Infinix Hot 7 Pro ini masih tetap kelihatan jelas saat dipakai di bawah terik matahari. Inilah yang saya butuhkan.

3. FITUR UI dan OS

Dari segi UI atau User Interface, Infinix Hot 7 Pro ini memakai XOS, dan sekarang sudah masuk versi terbaru yaitu versi 5.0, yang menurut saya sekarang semakin ringan.

Kenapa? Yang pertama XOS 5.0 ini basisnya sekarang sudah Android Pie 9 yang semakin fluid dalam mengeksplorasi menunya. Kedua, XOS dengan codename ‘Cheetah’ ini sekarang juga punya tampilan yang semakin mirip dengan Android Stock.

Jadi, tampilan-tampilan yang tidak penting sudah dipangkas oleh XOS versi terbaru ini. Meskipun secara bloatware masih ada beberapa tapi tetap bisa di-uninstall secara manual.

Nah, dari sekian fitur yang ada di XOS terbaru ini ada 1 fitur yang cukup sering saya pakai yaitu namanya Smart Panel. Jadi, misalnya saat saya membuka 1 aplikasi sosial media, lalu saya coba buka aplikasi kedua maka saya tak perlu lagi kembali ke homescreen lalu membuka appdrawer dan mencari aplikasi yang kedua tadi.

fitur OS dan UI infinix hot 7 pro

Nah, di sinilah peran Smart Panel yang berfungsi mengumpulkan beberapa aplikasi yang sering kita pakai sehari-hari. Jadi, sudah di-set atau dimasukkan ke Smart Panel sehingga ketika saya mau buka aplikasi kedua saya cukup mengakses Smart Panel yang bisa diakses dari sisi kiri atau kanan layar. Dan itu posisinya bisa digeser-geser, inilah kelebihan Infinix Hot 7 Pro yang sangat membantu sekali.

Yang tidak kalah menarik, fitur seperti screenshot dan screen recording juga bisa diakses dari Smart Panel ini. Semakin praktis, bukan?!

Oh ya, fitur Privacy dan Security juga digarap serius di XOS terbaru ini. Sensor biometriknya juga cukup lengkap yadi Infinix Hot 7 Pro ini. Bisa nge-tap jari pakai fingerprint scanner atau bisa setor muka via face unlock untuk unlock smartphone. Dan ada 1 fitur lagi yang bisa memonitor aplikasi-aplikasi “nakal” yang coba merekam aktifitas kamu di smartphone misalkan melakukan screen recording di background RAM.

3. PERFORMA RAM

Sekarang, di Hot 7 Pro ini, RAM-nya tidak tanggung-tanggung dikasihnya 6GB! Ya, dengan RAM seluas ini, saya bisa melakukan banyak hal untuk multitasking. Dan saya bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dan saya minimize, tapi performanya masih tetap lancar.

Tapi, hal ini malah membuat saya semakin penasaran kira-kira spek jeroan RAM 6GB di Hot 7 Pro ini benar-benar bagus tidak, sih? Atau demi harga murah, malah diberi spek yang kaleng-kaleng? Jadi, waktu itu saya sempat cek jeroannya melalui aplikasi DevCheck dan BOOM! RAM 6GB ini punya konfigurasi yang menurut saya cukup dewa.

Jadi, RAM 6GB ini sudah pakai konfigurasi dual-channel LPDDR4X. 4X ya! Bukan cuma 4 saja. Karena, biasanya untuk smartphone di range harga segini rata-rata masih memakai LPDDR3 atau LPDDR4.

Selain itu, clockspeed-nya juga cukup ngebutdi 1600 MHz. Dan ini adalah spesifikasi yang sangat-sangat mewah untuk ukuran smartphone harga Rp 1 jutaan.

Untuk manajemen RAM-nya, menurut saya sudah cukup baik dan menjadi salah satu kelebihan Infinix Hot 7 Pro. Hampir tidak ada lag yang serius ketika saya membuka banyak aplikasi sekaligus. Saya juga sempat tes performa RAM 6GB ini, semaksimal apa sih? Waktu itu saya membuka 15-20 aplikasi sekaligus dan semua saya lock, agar tidak di-kill oleh system background.

Sampai di suatu titik di mana konsumsi RAM-nya mencapai 5GB yang artinya masih ada space kosong sekitar 1GB tapi tentu saja tidak mungkin RAM 6GB ini terpakai semua karena pasti malah akan force closed atau restart smartphone-nya.

Nah, selain RAM 6GB, Storage 64GB juga menjadi hal yang super dari Infinix Hot 7 Pro. Untuk smartphone dengan range harga Rp 1-2 juta paling mentok-mentok dikasih Storage 32GB.

Tapi, ada harga sudah pasti ada rupa. Ya, demi mengurangi ongkos produksi, pasti ada yang dikorbankan dan menurut saya cukup fatal sih, karena yang dikorbankan di sini adalah sektor dapur pacunya, yang biasanya menjadi jantung utama si smartphone tersebut.

4. PERFORMA CHIPSET DAN GAMING

SOC atau System On Chip yang dipakai di Hot 7 Pro ini terasa jomplang sekali ketika disandingkan dengan RAM 6GB apalagi untuk kebutuhan gaming, ini yang menjadi kekurangan Infinix Hot 7 Pro dari segi spesifikasi.

Nah, SOC atau System On Chip yang dipakai di Hot 7 Pro ini adalah Helio P22. Spesifikasinya tentu saja masih di atas Helio A22 Smart 3 Plus. Kalau Smart 3 Plus itu 4-core, Helio P22 ini sudah 8-core. Meskipun secara clockspeed sama, di 2 GHz.

Lalu bagaimana performanya ketika dipakai untuk bermain game? Infinix Hot 7 Pro ini terasa ngos-ngosan sekali ketika dipakai untuk bermain game Asphalt 9 Legend.

Tekstur dan detailnya memang keluar semua tapi sepertinya GPU PowerVR ini kurang nendang dalam me-rendering grafis 3D yang penuh dengan efek visual. Waduh kalau begini jelas sangat tidak nyaman dipakai untuk bermain game.

Karena penasaran, saya coba bermain game berat lainnya yaitu Super Mecha Champions yang sedang hits sekali dimainkan banyak teman-teman. Di sini, game-nya berjalan di 17 fps di mana pergerakan karakternya masih terasa patah-patah ya. Dan ini jelas sungguh tidak nyaman untuk ukuran game battle royale yang membutuhkan kecepatan tangan dalam menembak atau menghindari musuh. Hot 7 Pro baru terasa lebih smooth saat dipakai untuk bermain game Marvel Future Fight.

Tapi, di sini saya tidak menyarankan memainkannya di mode High Frame Rate ya! Karena tetap saja kalian tidak akan mendapat fps yang tinggi yang ada malah grafis patah-patah ketika hero mengeluarkan banyak skill.

Main di 35 fps masih cukup nyaman sih. Lalu bagaimana kalau dipakai memainkan game seperti PUBG Mobile? Di sini akan mendapat setting grafis default di rata kiri. Mentok-mentok pakai setting Smooth-Medium untuk bisa memainkannya dengan nyaman.

main pubg mobile di infinix hot 7 pro

Sejauh ini sih performanya masih oke ya bila dibandingkan dengan 2 game awal tadi. Meski secara performa, Helio P22 ini terbilang medioker tapi chipset ini sudah dibekali oleh teknologi AI yang semakin pintar. Ya, AI ini bisa diimplementasikan untuk banyak hal mulai dari manajemen tugas sistem, baterai sampai kamera.

4. KEMAMPUAN KAMERA & HASIL FOTO INFINIX HOT 7 PRO

Bicara soal kamera, Hot 7 Pro ini kameranya sudah AI based dan punya ISP atau Image Signal Processing yang sama seperti Helio X30 versi flagship-nya. Ya, ISP ini pengaruhnya ke performa kamera yang cukup sukses membuat hasil jepretannya jempolan di kelas entry-level.

Kelebihan kamera Infinix Hot 7 Pro ada saat digunakan untuk foto-foto di outdoor siang hari, jepretan kamera Hot 7 Pro ini nyaris sempurna. Kamera AI-nya tidak lebay memberikan tuning warna. Menurut saya masih terlihat natural dan juga tajam. Tombol shutter-nya juga responsif. Mau jepret banyak obyek di 1 waktu kamera smartphone ini sangat cepat.

Sudah begitu, autofocus-nya juga responsif sekali. Nah, untuk ukuran smartphone Rp 1 jutaan detail kameranya ini luar biasa, juara! Sharpness-nya juga masih di atas rata-rata. Cuman, ya seperti Infinix Smart 3 Plus, kamera AI ini tidak bisa memberi info secara detail tentang obyek apa yang sedang dikenalinya.

Kamera AI ini juga bisa memberikan hasil terbaik untuk mode bokehnya.

foto bokeh dengan infinix hot 7 pro

Ada tambahan depth sensor 2MP yang cukup membantu memberikan efek kedalaman dan bisa diatur manual mau sedalam apa sih blurnya. Tapi minusnya, fitur mengatur kedalaman blur-nya ini cuma bisa dilakukan sebelum jepret foto saja.

Nah, untuk foto-foto di indoor detail dan warnanya masih the best lah ya. Pakai mode HDR ini sungguh membantu dalam menyeimbangkan antara sisi gelap dan juga sisi terang. Mungkin auto-focusnya aja yang sedikit agak berat saat foto-foto di kondisi dengan cahaya ruangan seadanya.

Lalu bagaimana dengan foto-foto lowlight?

Nah, mungkin di sini performa kameranya mulai turun, di sinilah letak kekurangan kamera Infinix Hot 7 Pro. Detailnya mulai berkurang, meski dari segi warna masih cukup kuat sih. Bukaan lensa yang lebar di f/1.8 juga cukup membantu untuk menjepret foto-foto malam hari di mana cahaya yang masuk ke kamera tentu saja lebih banyak. Dan tidak butuh ISO tinggi untuk membuat foto lowlight terlihat lebih terang.

Di saat smartphone lain sudah memakai notch yang semakin minimalis atau istilahnya waterdrop, Infinix Hot 7 Pro ini masih setia dengan notch yang lebar ala iPhone X. Ya, sebenarnya tidak mubazir juga, karena notch yang lebar ini diisi dengan 2 kamera depan plus LED Flash.

kamera infinix hot 7 pro

Yang menarik, konfigurasi dua kamera depan ini mirip sekali dengan konfigurasi 2 kamera belakangnya. Sama-sama 13MP+2MP. Bedanya, kamera depan ini tidak memiliki autofocus dan bukaan lensanya di f/2.0. Sebenarnya saya kurang suka memakai LED Flash entah itu melalui kamera belakang atau kamera depan terutama untuk kamera depan. Selfie memakai LED Flash itu membuat silau terutama saat foto-foto malam hari.

Tapi kalau melihat hasilnya, memang memakai LED Flash ini memberi hasil yang lebih baik karena dengan adanya tambahan cahaya ini kamera bisa menangkap detail muka dengan lebih baik.

Kemudian, kamera depannya juga memiliki depth sensor 2MP yang bisa dipakai untuk foto-foto selfie memakai efek bokeh. Nah, di sini efek bokehnya menurut saya masih cukup natural alias blur-nya tidak lebay. Dan fitur ini juga bisa meminimalkan miss-blur yang biasanya terjadi di smartphone dengan 1 kamera depan saja. Urusan jepret-jepret foto, kamera Hot 7 Pro ini memang juara di kelasnya.

Tapi, tidak untuk kamera videonya. Ya, kamera videonya itu masih sama seperti di Infinix Smart 3 Plus. Mentok di Full HD 30 fps tanpa fitur stabilisasi.

Hasil videonya juga tidak setajam video Full HD pada umumnya. Tapi, mau bilang jelek kok ya susah karena melihat harga smartphone ini yang sudah kelewat murah.

5. PERFORMA BATERAI

Seri Hot-nya Infinix memang terkenal memiliki kapasitas baterai yang jumbo. Termasuk di Infinix Hot 7 Pro ini, inilah kelebihan yang menjadi salah satu nilai jualnya.

Ya, kapasitas baterainya 4000 mAh. Bagaimana battery life-nya?

Oke, saya akan cerita pengalaman saya selama semingguan ini.

Jadi, waktu itu saya cabut charger dengan kondisi baterai sudah full, 100% di jam 12:00 siang hari. Kemudian saya pun memakai smartphone untuk bekerja, bermain sosial media bermain game, foto-foto, tes kamera video, streaming YouTube, streaming Netflix dan hampir semua hal yang biasa kalian lakukan di smartphone juga saya lakukan di sini.

Dan baterai-nya mulai loyo jam 19:00 keesokan harinya. Artinya, baterai 4000 mAh ini bisa bertahan 1 hari lebih. Screen on time-nya sendiri juara sih, tembus hampir 8 jam. Itu pun saya pakai untuk banyak hal termasuk aktif di media sosial, browsing, YouTube dan juga bermain game online seperti PUBG Mobile sampai 2 jam yang tentu saja menguras daya baterai yang tidak sedikit. Hasil battery life-nya di PCMark juga impressive tahan nyaris 13 jam! Dengan tingkat kecerahan layar 50%.

Baterry life yang di atas rata-rata smartphone sekelasnya ini tentu saja tidak bisa lepas dari peran chipset low power yaitu Helio P22, kemudian resolusi layar yang cuma HD, 720p dan ada fitur AI hemat daya yang bakal otomatis membatasi konsumsi daya aplikasi yang jarang dipakai.

Kekurangannya, Infinix Hot 7 Pro ini tidak dibekali teknologi fast charging supaya proses pengisian dayanya bisa lebih cepat. Ya, dengan charger bawaan yang punya output 5V/2A atau 10W pengisian ulang baterai dari 10% sampai benar-benar penuh 100% butuh waktu sekitar 2 jam 30 menit. Lama sekali sih tidak, cepat sekali juga tidak. Ya, standar saja sih kalau selama itu.

KESIMPULAN

Jadi kesimpulannya Infinix Hot 7 Pro ini cocok untuk siapa sih? Chipset Helio P22 ini mungkin kurang bersahabat bagi Kalian yang doyan bermain game berat di smartphone. Ya, di sini sudah terbukti kalau RAM dan Storage yang besar nyatanya tidak bisa banyak membantu karena jantung utama untuk bermain game di smartphone ituada di SOC-nya, yaitu di CPU dan GPU-nya.

Nah, dengan RAM yang luber-luber di 6GB menurut saya, smartphone ini memang di-desain untuk Kalian yang doyan multitasking tapi budjetnya cekak. Kapan lagi bisa mendapatkan smartphone dengan konfigurasi RAM 6GB dan Storage 64GB yang biasanya ada di kelas Rp 3 jutaan.

Ya, untuk kebutuhan non-gaming, Infinix Hot 7 Pro ini masih sangat bisa diandalkan. Performanya untuk sosial media ngacir banget kemudian masih bisa dibarengi mengerjakan kerjaan di Google drive, sambil mendengarkan music streaming di Spotify, dan saya tidak perlu lagi takut aplikasinya tiba-tiba di kill oleh sistem karena RAM-nya yang luas itu tadi.

Baterai-nya juga jumbo dan sensornya juga cukup lengkap di kelasnya. Dan ini menjadi salah satu alasan kenapa Infinix Hot 7 Pro ini layak untuk dilirik. AI camera-nya juga favorit sekali meski untuk foto lowlight dan kamera videonya membuat saya berpikir ulang untuk menjadikan smartphone ini sebagai daily driver.

Oh ya, soal harga, harga di bawah Rp 2 juta yang dibanderol di smartphone ini adalah harga resmi yang bisa Kalian dapatkan di Lazada. Jadi, saya tidak bisa menjamin Kalian bisa mendapatkan harga yang sama saat melihat smartphone ini dijual di lapak online lain atau di toko-toko retail fisik. Murah atau mahal, semuanya kembali lagi pada selera, kebutuhan dan yang pasti budget kamu. Oke sekian dulu review kelebihan dan kekurangan Infinix Hot 7 Pro ini, semoga bermanfaat.

0