Perbedaan 4G dan 5G Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sampai saat ini generasi jaringan data sudah sampai 5G. Sebagian orang mungkin bertanya-tanya apakah saya harus pindah ke 5G? Apa perbedaan 4G dan 5G? Kapan 5G masuk Indonesia?

Saat ini pengguna internet di Indonesia mungkin sudah cukup puas dengan jaringan 4G saja. Main game online hingga nonton Youtube resolusi HD bisa berjalan lancar hanya dengan mengandalkan jaringan 4G.

Yang menjadi masalah utama di tanah air saat ini adalah sinyal internet yang lemah dan bukan di masalah jenis jaringannya. Terutama di daerah yang masih belum terjangkau internet atau sinyal yang jelek.

Jadi banyak yang merasa puas kalau sudah mendapat sinyal yang kuat meskipun tipe jaringannya masih 4G. Padahal sebentar lagi jaringan 4G akan digantikan secara total oleh jaringan 5G.

Perusahaan teknologi ramai-ramai mulai memproduksi perangkat yang mendukung 5G secara massal. Meskipun anda sekarang merasa cukup puas hanya dengan 4G, tetapi nanti pada akhirnya anda akan membutuhkan 5G sebagai kebutuhan pokok dalam dunia internet.

Apa itu jaringan 5G?

Jaringan 5G adalah standar telekomunikasi seluler generasi kelima. Kata “G” artinya Generasi dan angka “5” artinya kelima. Jadi 5G merupakan generasi kelima penerus dari 4G.

Jaringan ini punya banyak sekali keunggulan tersendiri. Kapan 5 G masuk Indonesia? Tahun 2020 ini, mulai dari provider internet hingga produsen ponsel sampai ke level negara sekalipun mulai berlomba-lomba menghadirkan jaringan 5G secepat mungkin.

Meskipun realitanya jaringan 5G baru akan bisa kita nikmati secara maksimal beberapa tahun lagi. Apalagi kehadiran jaringan 5G di Indonesia secara maksimal bisa lebih lama lagi jika dibandingakan negara-negara maju lainnya.

Perbedaan 4G dan 5G dari kecepatannya

Pastinya 5G memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan 4G. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah seberapa cepat jaringan 5G jika dibandingkan dengan 4G ?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kecepatan internet 4G maksimal secara teori bisa mencapai 300 Mbps. Meskipun realitanya rata-rata kecepatan 4G hanya berada di kisaran 40 – 60 Mbps. (Luar negeri, negara maju)

Berbeda lagi ceritanya jika di negara +62 ini. Kecepatan 4G di tanah air bisa lebih lambat lagi jika dibandingkan negara-negara Eropa atau Amerika.

Rata-rata operator lokal di Indonesia memberikan paket kuota internet di kecepatan 20 Mbps. Itupun jika mendapat sinyal internet 4G yang kuat. Berbeda lagi jika sinyal di suatu daerah itu lemah, maka sudah pasti kecepatan internet nya menjadi lebih lambat.

perbandingan kecepatan internet 5G dan 4G

Beberapa provider internet memang ada yang menawarkan hingga kecepatan 250 Mbps, tetapi harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Paket internet premium ini biasanya hanya cocok untuk level perusahaan atau pengusaha, dan tidak cocok untuk perorangan.

Jadi intinya kecepatan 4G maksimal adalah di kisaran 300 Mbps. Dan rata-rata pengguna internet di Indonesia tidak semuanya mendapatkan kecepatan maksimal itu, hanya sedikit orang saja yang mendapatkannya.

Seberapa cepat jaringan 5 G?

Kecepatan 5G umumnya bisa mencapai 1 Gbps, atau sepuluh kali lipat dari kecepatan 4G.

Beberapa perusahaan teknologi seperti Huawei sudah menciptakan modem 5G yang diberi nama Balong 5000. Huawei mengklaim modem 5G buatannya itu bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 6,5 Gbps.

Dan itu baru modem dari huawei, belum lagi produsen lain yang pastinya nanti bisa menciptakan modem yang lebih cepat lagi.

Karena secara teori, kecepatan maksimum 5G bisa mencapai 10 Gbps. Lalu bandingkan dengan 4G yang kecepatan maksimum hanya di 300 Mbps.

Dari angkanya saja sudah bisa terlihat bahwa selisih kecepatan antara 4G dan 5G sangat jauh. Kecepatan internet 5G bisa puluhan kali lipat lebih cepat daripada 4G.

Apa manfaat kecepatan tinggi dari 5G?

Internet merupakan jaringan global yang menyebar luas di seluruh bumi. Mungkin saat ini tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa 4G sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan internet.

Tetapi nanti pada akhirnya pengguna internet akan membutuhkan kecepatan transfer data yang lebih cepat, hingga pada akhirnya 4G dinilai terlalu lambat.

Sebagai contoh kebanyakan orang sekarang ini sudah dimanjakan oleh video dengan resolusi tinggi seperti Full HD. Jaringan 4G memang masih sanggup menanganinya. Anda bisa melihat video di internet dengan lancar tanpa terputus-putus.

Tetapi ingat, video resolusi 4K sudah mulai bermunculan sekarang dan semakin bertambah banyak. Ukuran file video resolusi 4K adalah empat kali lipat video Full HD. Jika suatu video dengan resolusi Full HD memiliki ukuran 10GB, maka dengan video yang sama di resolusi 4K ukuran file nya menjadi empat kali lipat yaitu 40Gb.

Belum lagi perusahaan teknologi seperti Samsung, Sony dan LG sudah mengeluarkan produk barunya yaitu layar dengan resolusi 8K. Video dengan resolusi 8K berarti memiliki ukuran file empat kali lipat lebih besar dari resolusi 4K. Dan 16 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan video Full HD.

Video dengan resolusi Full HD yang misalnya memiliki ukuran 10GB maka akan menjadi 160GB atau 16 kali lipat lebih besar di video resolusi 8K.

Jadi bisa dibayangkan nanti kalau kebutuhan filenya semakin besar dan koneksi jaringan 4G akan semakin berat di masa depannya. Pengguna internet butuh kecepatan transfer data puluhan kali lipat lebih cepat dan 5G sanggup menggantikan posisi 4G.

Perbedaan latensi antara 4G dan 5G

Pasti kesal rasanya saat anda main game online lalu tiba-tiba DC (disconnected). Permainan menjadi terhenti karena koneksi internet terputus dan anda harus login kembali untuk tersambung lagi ke server game.

Game online bisa DC karena adanya latensi dari jaringan internet.

Latensi adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data dari perangkat anda ke server yang dituju. Untuk mengirim data dari perangkat ke perangkat lainnya dibutuhkan waktu dalam milidetik.

Pada jaringan 4G latensi rata-rata sekitar 50 milidetik. Sedangkan pada jaringan 5G latensinya jauh lebih kecil yaitu hanya 1 milidetik.

Dimasa depan atau setidaknya dalam beberapa waktu kedepan, aplikasi-aplikasi baru akan terus bermunculan yang membutuhkan koneksi internet dengan latensi kecil.

Contohnya selain game online yang membutuhkan latensi lebih kecil adalah mobil yang dapat menyetir sendiri. Bisa dibayangkan betapa bahayanya jika gara-gara latensi yang besar menyebabkan data yang dikirim ke cloud menjadi terlambat. Respon mobil untuk rem dan reaksi cepat lainnya membutuhkan latensi rendah.

Jaringan 5G dapat memberikan latensi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan 4G.

Perbedaan kecepatan pada 2G, 3G, 4G dan 5G

Jika di amati lebih lanjut, perkembangan generasi jaringan data dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan kecepatan.

Dimulai dari Jaringan 2G yang sudah menggunakan teknologi digital. Jaringan 2G mempunyai kecepatan 14,4 kbps hingga 115 kbps (2,5G). GSM dan CDMA merupakan contoh dari jaringan 2G.

Generasi berikutnya adalah jaringan 3G yang mempunyai kecepatan hingga 3.1 mbps atau bahkan lebih (tergantung faktor perangkat juga).

Lalu 4G yang merupakan jalur khusus data mempunyai kecepatan hingga 100 – 300 mbps. Dan berikutnya yang terbaru adalah jaringan 5G, mempunyai kecepatan 1 Gbps – 10 Gbps.

0