Jaminan Uptime Website 100% Bukan Mitos Lagi

Penggunaan teknologi informasi di bidang bisnis terus mengalami peningkatan. Menurut laporan Bank Dunia yang dilansir dari dataindonesia.id, sebanyak 81 persen bisnis di Indonesia beralih menggunakan teknologi informasi saat pandemi Covid-19. Persentase ini menjadi yang tertinggi di dunia.

Menjamurnya bisnis start up di Indonesia juga turut mendorong peningkatan penggunaan teknologi tersebut. Tak heran jika Indonesia digadang-gadang menjadi negara dengan potensi digital yang cukup besar.

Meningkatnya penggunaan teknologi informasi di bidang bisnis, seperti pembuatan sistem informasi, aplikasi, atau website, berbanding lurus dengan kebutuhan infrastruktur server atau cloud yang dapat diandalkan dengan memberikan jaminan uptime tinggi.

Hal ini karena penyedia aplikasi harus memastikan aplikasinya reliable, atau dapat diandalkan, untuk mendukung proses bisnis yang dalam banyak kasus tidak boleh terganggu bahkan sedetik pun.

Uptime kerap jadi tolok ukur untuk menentukan keandalan suatu sistem informasi. Dapat dikatakan, uptime adalah hitungan waktu beroperasi dari sebuah sistem.

Semakin tinggi persentase uptime, maka sebuah sistem informasi akan semakin dapat diandalkan penggunanya. Dengan demikian, uptime 100% berarti sistem harus dapat beroperasi dan digunakan tanpa ada gangguan sama sekali.

Mayoritas perusahaan hosting di Indonesia, bahkan seluruh dunia, biasanya hanya memberi jaminan uptime hingga 99,9%. Artinya dalam satu tahun bisa terjadi downtime atau gangguan selama hingga 8 jam 46 menit. Pertanyaannya, apakah kebutuhan bisnis Anda bisa mentoleransi downtime selama itu?

Mitos Uptime 100%

Memang, nyaris belum ada perusahaan hosting yang memberi jaminan uptime hingga 100%. Namun, hal ini bukan berarti Anda tidak bisa memiliki website dengan uptime 100%. Solusinya, Anda bisa membuat sistem yang reliable dengan arsitektur High Availability (HA).

Sebelum memahami lebih lanjut tentang arsitektur HA, perlu diketahui bahwa untuk bisa membuat arsitektur HA, Anda membutuhkan cloud provider yang memang mendukung dan lebih ideal digunakan untuk desain arsitektur ini.

Apa itu High Availability?

Gangguan server akan membuat sistem informasi tidak dapat digunakan, atau down. Dalam bisnis online, kondisi ini tentu bisa membawa kerugian karena proses bisnisnya 100% mengandalkan sistem informasi.

Namun, gangguan ini tentu saja dapat dicegah apabila infrastruktur pendukung sistem informasi, seperti server, dirancang dengan arsitektur HA.

Cara kerja arsitektur HA sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan setidaknya 2 server yang bekerja secara bersama-sama dan saling membackup (clustering), sehingga jika ada salah satu server mengalami gangguan, maka fungsinya akan langsung diambil alih oleh server lainnya.

Semakin banyak server yang difungsikan sebagai cluster, maka sistem informasinya akan semakin andal (reliable) dan juga mampu bekerja sesuai dengan skala beban kerja yang semakin tinggi (scalable).

Masalahnya, apabila Anda masih meletakkan cluster-cluster server tersebut dalam satu data center saja, maka tentu masih ada faktor dependen vital, yaitu reliabilitas data center.

Jika terjadi gangguan di data center, misalnya gangguan listrik, jaringan internet, dan lain-lain, maka meskipun sudah menggunakan banyak cluster, Anda akan tetap mengalami gangguan dan terjadi downtime.

VPS Rumahweb Mendukung HA dengan 2 Pilihan Zona Deployment

Semakin tingginya kebutuhan perusahaan akan sistem informasi dengan tingkat keandalan dan uptime 100%, mendorong Rumahweb Indonesia untuk menyediakan layanan Virtual Private Server (VPS) yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Setiap VPS Rumahweb yang disewa pelanggan akan memiliki 2 jaringan yang terpisah, yaitu jaringan internet yang menghubungkan VPS dengan jaringan internet global, dan jaringan intranet yang dihadirkan untuk menghubungkan VPS pelanggan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan tidak mengganggu jaringan internet.

Dengan tersedianya jaringan intranet ini, penerapan arsitektur HA menjadi lebih mudah dan dengan biaya yang lebih rendah, karena tidak akan mengganggu jaringan internet.

Selain itu, Rumahweb juga menghadirkan pilihan deployment dalam 2 zona yang terletak di data center yang terpisah. Selain lokasi pilihan data center yang ditawarkan berjarak lebih dari 60 km, kedua data center ini juga bersertifikat UptimeInstitute dengan peringkat Tier-3 dan Tier-4.

Fitur pilihan deployment VPS di 2 zona ini hadir untuk menjawab tantangan uptime yang selama ini sangat bergantung hanya pada satu data center saja. Kini, Anda tidak hanya bisa membangun cluster HA di dalam 1 data center saja, tapi juga lintas datacenter.

Tujuannya tentu saja untuk mencapai uptime 100% yang kini menjadi sebuah keniscayaan.

Fitur VPS Rumahweb & Keunggulannya

1.    Multiple Internet Backbone

Jaringan internet pada semua layanan Rumahweb didukung oleh beberapa Network Access Provider (NAP) yang bekerja secara simultan dan saling membackup.

2.    DDOS Protection

Melindungi VPS dari serangan DDOS yang dapat mengganggu, bahkan memutuskan jaringan internet.

3.    Storage SSD

Storage SSD menjamin penyimpanan dan pemrosesan data yang lebih cepat.

4.    Backend Network/Intranet

Tersedia backend network yang terpisah dari network internet untuk menghubungkan antar VPS. Fitur ini sangat ideal untuk arsitektur HA, database clustering, dan masih banyak lagi.

5.    Backup

Semua data akan dicadangkan secara otomatis dengan retensi tertentu.

6.    Dynamic Firewall

Firewall terpusat dengan ruleset dinamis yang mampu menyesuaikan diri dengan risiko keamanan terkini.

7.    Local exchange

VPS Rumahweb terkoneksi dengan IIX, OpenIXP, BIX, dan berbagai internet exchange lokal untuk memberi performa akses prima dari Indonesia.

0