News

Apple tidak akan lagi dapat menjual iPhone tanpa pengisi daya… di Brasil

· 1 min read >

Tepat ketika Apple akan mengumumkan jajaran iPhone 14, perusahaan tersebut telah mengalami pukulan hukum besar-besaran dari pemerintah Brasil. Hari ini, yang terakhir mengeluarkan perintah untuk menangguhkan penjualan iPhone apa pun yang tidak dilengkapi dengan pengisi daya di dalam kotak.

Sebagai referensi, Apple awalnya melepas pengisi daya dari kotak dengan iPhone 12, dan sejak itu tidak menyertakannya dengan model iPhone lainnya. Artinya, semua iPhone yang dirilis dalam 3 tahun terakhir tidak bisa lagi dijual secara legal di Brasil.

Informasi ini awalnya diterbitkan oleh otoritas Brasil dalam lembaran resmi negara tersebut. Itu kemudian diliput oleh Reuters di artikel khusus.

Alasan di balik keputusan tersebut adalah bahwa penghapusan pengisi daya merupakan “praktik diskriminatif yang disengaja terhadap konsumen”. Pembelaan biasa Apple, yaitu bahwa pengisi daya tidak disertakan karena masalah lingkungan, tidak bertahan di pengadilan.

Ini bukan pertama kalinya Apple dibawa ke pengadilan karena praktik kontroversial. Perlu dicatat bahwa perusahaan Cupertino saat ini sedang ditekan oleh legislator di seluruh dunia untuk meninggalkan port Lightning miliknya demi USB-C justru demi pelanggan.

Diakui, sebagian besar produsen smartphone besar menyukai praktik tidak menyertakan pengisi daya di dalam kotak. Apakah daya tariknya terletak pada implikasi lingkungan atau margin keuntungan yang lebih besar masih menjadi perdebatan.

Namun, mereka yang ingin mempertahankan akses mereka ke pasar Brasil harus meninggalkan pendekatan tersebut. Samsung, misalnya, memang menyertakan pengisi daya dengan perangkat lipat terbaru Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 untuk menghindari pertengkaran dengan pemerintah Brasil.

Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi. Mengingat besarnya pasar Brasil, sangat tidak mungkin bagi raksasa teknologi Amerika untuk tetap diam. Reaksi akan datang … segera.

Jaminan Uptime Website 100% Bukan Mitos Lagi

in News
  ·   2 min read